PGE Raih PROPER Emas ke-15 Kali Berturut-turut, Bukti Manfaat Panas Bumi Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

61 views

Jakarta (Ruangsetara.id): PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam pengelolaan lingkungan dan sosial dengan meraih penghargaan PROPER Emas untuk Area Kamojang dan Area Ulubelu. Diterima di Jakarta, Kamis (7/4/2026), penghargaan ini merupakan yang ke-15 berturut-turut bagi Area Kamojang, dan ke-4 berturut-turut bagi Area Ulubelu.

Capaian ini semakin memperkuat posisi PGE sebagai _world class green energy company_ yang tidak hanya menghasilkan energi bersih secara andal. Selain itu, PGE juga membuktikan bahwa operasi panas bumi mampu tumbuh bersama masyarakat serta memberikan dampak nyata dan terukur bagi lingkungan maupun warga sekitar.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan panas bumi secara _end-to-end_ serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“PROPER Emas merupakan bukti dari cara kami beroperasi, yang mengintegrasikan keunggulan teknis dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial yang terukur. Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes uap panas bumi yang kami manfaatkan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi. Ini adalah wujud nyata kontribusi PGE dalam mendukung ketahanan energi dan pangan nasional,” ujarnya.

Inovasi Ekosistem Agri-Akuakultur Berbasis Panas Bumi di Kamojang

Sebagai pelopor pemanfaatan langsung ( _direct use_ ) panas bumi sejak tahun 2013, PGE Area Kamojang kembali mempertahankan PROPER Emas dengan menghadirkan inovasi sosial bertajuk KANYAAH ( _Kamojang Agri-Aquaculture Energized by Geothermal for All’s Harmony_ ). Program ini merupakan evolusi dari pendekatan sebelumnya, mengintegrasikan ekses uap panas bumi dan pemanfaatan limbah non-B3 untuk membangun ekosistem pertanian dan perikanan yang berkelanjutan.

Program KANYAAH berjalan melalui empat pilar yang saling terhubung dalam skema ekonomi sirkuler:
_Geothermal Organic Fertilizer_ (GeO-Fert) untuk mengatasi keterbatasan akses pupuk bagi petani,
_Geothermal Farming_ untuk pembibitan dan budidaya tanaman hortikultura, dan
_Geothermal Fishery_ untuk budidaya ikan air tawar berbasis pemanas panas bumi, dan _Geothermal Food_ untuk pengolahan pascapanen.

Hingga kini, program ini telah menghasilkan 193,8 ton pupuk GeO-Fert, yang diaplikasikan pada 12,34 hektar lahan pertanian. Di sektor perikanan, teknologi kolam berpenghangat panas bumi berhasil meningkatkan bobot ikan dari 200 gram menjadi 330 gram per ekor dan mempercepat masa panen hingga 25 persen.

Secara keseluruhan, program ini menjangkau 4.397 penerima manfaat dengan total penghasilan masyarakat mencapai Rp3,08 miliar dan nilai _Social Return on Investment_ (SROI) mencapai 5,10. Dari sisi lingkungan, program ini berkontribusi pada reduksi emisi sebesar 146,28 ton CO₂e per tahun, serta pengurangan sampah organik hingga 232 ton per tahun.

*Dekarbonisasi Operasional dan Pemberdayaan Berbasis Panas Bumi di Ulubelu*

Area Ulubelu memiliki kapasitas terpasang sebesar 220 _megawatt_ (MW) dan menyuplai sekitar _*20 persen*_ kebutuhan listrik Provinsi Lampung. Kali ini, PGE Ulubelu meraih PROPER Emas untuk ke-4 kalinya melalui dua inovasi andalan, yakni STREAM dan SAI BUMI JEJAMA.

STREAM ( _Steam Redistribution and Adjustment Method_ ) merupakan inovasi teknis yang berhasil mengoptimalkan aliran uap dari sumur produksi melalui penambahan _satellite separator_ . _*Inovasi ini menurunkan emisi 28.513 ton CO2eq*_ . STREAM telah dinobatkan sebagai Best Decarbonization Program di Subholding Power & New Renewable Energy PT Pertamina (Persero) pada tahun 2024, dan meraih penghargaan Platinum pada Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2025.

Pada sisi sosial, program SAI BUMI JEJAMA ( _Sustainable Agriculture for Building a Healthy Food System Community Through Joint Action and Mutual Aid_ ) menghadirkan pendekatan ekonomi sirkuler berbasis panas bumi. Program ini memanfaatkan _filler_ menara pendingin untuk budidaya pertanian dan perikanan, produksi pupuk, serta budidaya melon berbasis panas bumi. Program ini menghasilkan panen ikan 8 ton per tahun, sayuran 674 kg per tahun, dan pupuk organik 120 ton per tahun, dengan nilai SROI 3,9.

“Ke depan, PGE akan terus memperkuat ekosistem hijau di seluruh wilayah operasi. PGE memastikan bahwa energi panas bumi yang dikelola tidak hanya berkontribusi pada dekarbonasi nasional, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat. Hal ini selaras dengan semangat Asta Cita Pemerintah dalam membangun kemandirian energi dan ketahanan pangan Indonesia,” ungkap Ahmad Yani. (Rls/Leni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *