Sky Trail Itera: Jalur Jelajah Langit di Kebun Raya

79 views

Lampung Selatan (Setara.id): Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar Sky Trail atau Jalur Jelajah Langit di Kebun Raya Itera, Jumat (28/11/2025).

Program yang diinisiasi Pusat Kerja Sama dan Humas Itera ini merupakan bagian dari program nasional Resona Saintek dari Direktorat Sains dan Teknologi (Saintek) Kemdiktisaintek.

Itera menjadi satu-satunya kampus di Lampung yang terpilih melaksanakan program tersebut setelah melalui proses seleksi bersama perguruan tinggi lain di Indonesia.

Kepala Pusat Kerja Sama dan Humas Itera, I Putu Mahendra mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperluas edukasi sains kepada masyarakat.

“Sky Trail dirancang agar masyarakat bisa menikmati pengalaman menjelajah langit dan memahami sains secara langsung. Ini bagian dari komitmen Itera untuk membumikan sains dan teknologi,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pada kegiatan Sky Trail, Itera melibatkan Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP), Prodi Biologi, Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), dan Kebun Raya Itera.

Pengunjung diajak mengikuti jalur jelajah dengan sejumlah pos pengamatan. Di pos astronomi, pengunjung dapat mengamati planet Saturnus, bintang, hingga fenomena hujan meteor.

OAIL Itera menyediakan tiga teleskop, yaitu Utopia III, Utopia IIIb, serta Binokuler Celestron Skymaster 25×70. Dua di antaranya, Utopia III dan Utopia IIIb, merupakan teleskop buatan Itera.

“Selain pengamatan langit, pengunjung juga dapat melihat flora dan fauna nokturnal di Kebun Raya Itera yang aktif di malam hari,” kata dia.

Sementara, sejumlah warga mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satunya Vina (28) mengatakan, pengalaman melihat bulan secara langsung ini menjadi momen tak terlupakan.

Vina juga mengapresiasi jalur jelajah yang dibuat sepanjang area Kebun Raya Itera.

“Tadi saya bisa lihat sendiri bentuk bulan seneng banget luar biasa. Kegiatannya menarik, bukan cuma astronomi, tapi juga bisa lihat hewan malam. Anak-anak juga jadi semangat belajar sains,” pungkasnya. (Iwd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *